Pesan tersebut diunggah di media sosial oleh Presiden AS Donald Trump hanya dua jam sebelum batas waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS yaitu pukul 8 malam tanggal 7 April, waktu setempat. Dalam pesannya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat atas permintaan Pakistan, berdasarkan diskusi dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Gubernur Besar Asim Munir, dan bergantung pada Iran yang harus membuka Selat Hormuz sepenuhnya, segera, dan dengan aman.
Presiden Donald Trump menggambarkan hal ini sebagai "gencatan senjata dua arah," sekaligus juga menegaskan Washington sangat dekat dengan kesepakatan tegas demi perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah.
Pemimpin AS tersebut memberitahukan bahwa Washington telah menerima usulan 10 poin dari Iran dan menilai ini sebagai dasar implementasi untuk melakukan negosiasi.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada 8 April mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama 2 pekan dengan Pakistan sebagai mediator dan disahkan di bawah persetujuan Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamanei.
Pihak Iran memberitahukan bahwa berbagai negosiasi tentang kesepakatan yang lebih berjangka panjang akan diadakan pada 10 April di Islamabad, Ibu Kota Pakistan. Selama dua pekan gencatan senjata, Iran berkomitmen menjamin keselamatan bagi aktivitas keluar masuk Selat Hormuz di bawah koordinasi dengan pasukan bersenjata negara ini.
