Vietnam menjadi negara pertama di Asia Tenggara dan negara kedua di dunia yang meratifikasi Konvensi Hanoi, setelah Qatar. Hal ini menunjukkan komitmen Vietnam yang kuat dan konsisten dalam menjunjung tinggi hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan multilateralisme.
Konvensi Hanoi merupakan dasar hukum internasional yang penting bagi Vietnam untuk memperkuat efektivitas dalam pencegahan, penemuan, investigasi, dan penanganan kejahatan siber, serta memenuhi tuntutan untuk menjamin keamanan nasional dan ketertiban sosial di tengah transformasi digital dan integrasi internasional yang intensif dan ekstensif.
Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Kejahatan Siber (Konvensi Hanoi) untuk pertama kalinya dibuka untuk ditandatangani di Kota Hanoi pada Oktober 2025.
