Media Tiongkok seperti Xinhua, Televisi Sentral Tiongkok (CCTV), Global Times dll, pada 7 April, secara serempak memberitakan terpilihnya Sekjen To Lam sebagai Presiden Negara Republik Sosialis Vietnam masa jabatan 2026-2031.
Xinhua mengutip pidato pelantikan Sekjen, Presiden To Lam yang isinya menegaskan bahwa tugas utama politik saat ini bertujuan menjaga lingkungan yang damai dan stabil serta mendorong pembangunan tanah air secara berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sekjen, Presiden Xi Jinping telah mengirimkan telegram ucapan selamat kepada Sekjen, Presiden To Lam yang isinya menekankan makna penting pembangunan “Komunitas berbagi masa depan” antara Tiongkok dan Vietnam. Telegram tersebut juga menegaskan bahwa hubungan bilateral selama bertahun-tahun ini telah mencapai banyak perkembangan signifikan. Pada hari yang sama, Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang mengirim telegram ucapan selamat kepada Le Minh Hung yang terpilih menjadi PM Vietnam.
Ketika memberitakan terpilihnya berbagai jajaran kepemimpinan utama oleh MN Vietnam, Kantor Berita Rusia “RIA Novosti” memberitakan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin mengirim telegram ucapan selamat kepada Sekjen To Lam yang terpilih sebagai Presiden Negara. Dalam telegramnya, Presiden Rusia percaya bahwa peran baru Sekjen To Lam sebagai Presiden akan turut memperkokoh hubungan kemitraan strategis antara Moskow dengan Hanoi.
Media Singapura secara serempak merilis berita tentang terpilihnya Sekjen To Lam oleh MN Vietnam sebagai Presiden Negara masa jabatan 5 tahun mendatang. Surat kabar “The Straits Times” dan CAN (Singapura) menilai bahwa keputusan tersebut menandai event penting dalam struktur kepemimpinan Vietnam.
Media Thailand, yang menonjol ialah Surat kabar nationthailand.com menekankan tekad Sekjen, Presiden To Lam dalam memindahkan pola pembangunan, menuju perekonomian kreatif, teknologi tinggi dan memperbaiki kehidupan masyarakat.
Koran Nikkei Asia (Tokyo) dari Jepang mengunggah berita dengan tajuk: “Sekjen KS PKV menjadi Presiden Negara, memikul peran ganda”. Artikel tersebut menilai bahwa masa jabatan baru Sekjen, Presiden To Lam akan menekankan prioritas pertumbuhan ekonomi, reformasi kebijakan, peningkatan efisiensi mekanisme manajemen serta fokus pada berbagai proyek infrastruktur penting.
Sementara itu, laman devdiscourse dari India menilai bahwa di bawah kepemimpinan Sekjen, Presiden To Lam, Vietnam akan terus memainkan peran seimbang dalam garis politik luar negeri, memperkokoh posisi nasional di kawasan sekaligus memperkuat perkembangan ekonomi.
