Leavitt memberitahukan bahwa draft rencana tersebut disusun selama sebulan oleh Utusan Khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, beserta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Draft itu “sedang diproses dan dapat berubah”. Saat ini, AS sedang “mengadakan diskusi aktif” dengan Ukraina dan Rusia “untuk memahami secara jelas semua komitmen dari negara-negara ini”.

Itu adalah pernyataan resmi pertama dari Gedung Putih mengenai draft rencana perdamaian tersebut. Meskipun menolak untuk memberikan informasi yang lebih lanjut, Leavitt menegaskan bahwa rekomendasi ini tidak akan merugikan Ukraina.

Sementara itu, Kantor Presiden Ukraina, pada hari yang sama mengonfirmasi bahwa Presiden Zelensky telah menerima draft rencana perdamaian dari AS guna memulihkan proses diplomasi untuk mengakhiri konflik dengan Rusia. Kantor Kepresidenan Ukraina menyatakan bahwa Zelensky akan berdiskusi dengan Trump dalam beberapa hari mendatang mengenai “isu-isu kunci untuk mencapai perdamaian”.