Keputusan ini menandai kali ke-3 berturut-turut ECB mempertahankan suku bunga 2 persen sejak Juni lalu. Kalangan analisis menyatakan bahwa ECB belum akan terburu-buru menyampaikan perubahan apa pun saat ini.

Tanpa memedulikan Eropa yang menghadapi tekanan tarif dari Amerika Serikat (AS) dan konflik di Ukraina, Presiden ECB, Christine Lagarde dan para pejabat lain dari bank ini tetap menilai bahwa kebijakan moneter Eurozone saat ini “berada pada posisi yang baik”. Menurut ECB, tarif AS sedikit berpengaruh terhadap inflasi dan hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan di taraf “yang layak”.