Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara di seluruh Jalur Gaza, menandai eskalasi militer yang signifikan sejak gencatan senjata berlaku pada tgl 10 Oktober.

Serangan-serangan dari Angkatan Udara Israel terhadap Jalur Gaza pada tgl 19 Oktober menewaskan setidaknya 45 orang, melukai sekitar 100 orang. Media Palestina menegaskan bahwa di antara jumlah korban ada banyak anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, Gerakan Hamas menolak semua tuduhan yang terkait dengan serangan terhadap para serdadu Israel di Rafah pada tgl 19 Oktober pagi. Hamas menunjukkan tetap menaati kesepakatan, menegaskan tentara Israel adalah pihak yang berulang kali melanggar gencatan senjata dan memewaskan puluhan orang Palestina selama 10 hari ini.