Presiden Luong Cuong bersama pimpinan Provinsi Gyeongsangbuk juga turut menekan tombol untuk memulai simbol “Kerja Sama Persahabatan Menuju Masa Depan”. (Foto: VOV) |
Pada acara tersebut, Presiden Luong Cuong mengulangi lagi hubungan sejarah istimewa antara dua bangsa ketika pada abad ke-12 hingga ke-13 keturunan dinasti Ly dari Vietnam telah datang menetap dan memberikan kontribusi dalam pembangunan wilayah ini dan Tugu monumen Ly Thai To – pendiri dinasti Ly dari Vietnam pada abad ke-11 telah diletakkan di Kabupaten Bonghwa, Provinsi Gyeongsangbuk, merupakan bukti tentang tali budaya dan sejarah yang erat antara dua bangsa. Presiden Luong Cuong menekankan bahwa “Hari Vietnam” tidak hanya merupakan kesempatan untuk memperkenalkan negeri, orang, sejarah dan budaya Vietnam kepada sahabat-sahabat Republik Korea, tetapi juga menegaskan perasaan yang erat, pengertian satu sama lain-fondasi untuk mendorong kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara di era pembangunan baru. Presiden Luong Cuong menekankan:
“Memasuki era baru, Vietnam dan Republik Korea menghadapi banyak tantangan besar, membawa hubungan berkembang ke ketinggian baru, lebih menyeluruh, lebih mendalam, lebih efektif, baik di bidang politik, ekonomi, budaya maupun silarurahmi rakyat. Saya yakin bahwa “Hari Vietnam” di kota Gyeongju hari ini akan membuka halaman baru tentang kerjasama antara daerah dua negara dan kota Gyeongju layak menjadi “Kota konektivits persahabatan”; simbul kerjasama budaya- pariwisata- industri antara Vietnam dan Korea Tenggara, turut memperkuat persahabatan, kerjasama dan perkembangan antardaerah , antarbagian Vietnam dan Republik Korea”.
Pada kesempatan ini, Presiden Vietnam Luong Cuong dan Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk, Lee Cheol Woo, saling bertukar cendera mata berupa replika genderang perunggu Dong Son dari Vietnam dan replika lonceng kuno dari zaman Silla di Republik Korea. Selain itu, Presiden Luong Cuong bersama pimpinan Provinsi Gyeongsangbuk juga turut menekan tombol untuk memulai simbol “Kerja Sama Persahabatan Menuju Masa Depan”.

