Pada konferensi pers pada Jumat (10 Oktober) di Jakarta, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Suminto, mengonfirmasikan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan penerbitan obligasi dalam mata uang Yuan pada triwulan IV tahun ini, tetapi tanggal penerbitan belum dapat diumumkan karena aturan keterbukaan pasar modal. Dia memberitahukan bahwa besaran nilai penerbitan akan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan pemerintah dan permintaan pasar, serta menegaskan program ini akan dilaksanakan secara hati-hati dan fleksibel.