Inggris telah menjatuhkan sanksi kepada kedua pejabat tersebut, dengan tuduhan memiliki hubungan dengan organisasi teroris internasional Al-Qaeda dan kelompok yang menamakan diri sebagai "Negara Islam" (IS).
Ahmad al-Sharaa mengambil alih jabatan presiden sementara Suriah pada Januari 2025, setelah pasukan pimpinan Hayat Tahrir al-Sham melancarkan serangan kilat yang menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Pada tahun 2014, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Ahmad al-Sharaa atas dugaan hubungan dengan organisasi teroris internasional. Namun, sanksi-sanksi ini dicabut pada 6 November.
