Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Menlu Iran dalam keterangan dengan naskah kepada Koran “Le Monde”, Prancis. Dia mengajukan bahwa agar supaya negosiasi bisa diaktifkan kembali, AS harus mengubah tindakan dan menjamin akan tidak melaksanakan serangan-serangan militer baru terhadap Iran ketika negosiasi sedang berlangsung. Bersamaan itu, dia menegaskan bahwa Iran akan terus menaati Perjanjian Non-proliferasi Senjata Nuklir (NPT), menekankan bahwa Teheran belum pernah melakukan perubahan dalam kebijakan non-senjatanya bahkan pada latar belakang diserang dan diancam serangan oleh AS dan Israel.
Proses negosiasi nuklir antara AS dan Iran dihentikan sepenuhnya setelah Israel mencanangkan operasi serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas nuklir dan pangkalan militer di Iran pada tgl 13 Juni lalu. Kemungkinan mengadakan kembali negosiasi antara kedua negara semakin mengalami tantangan setelah AS dengan langsung melaksanakan serangan udara terhadap 3 fasilitas nuklir titik berat di Iran pada tgl 22 Juni.
