Kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan bahwa para militan Hamas telah menembakkan satu rudal anti-tank dan beragam amunisi ke Pasukan IDF di Kota Rafah, yang dianggap sebagai pelanggaran baru terhadap gencatan senjata yang sedang berlaku antara kedua belah pihak. PM Netanyahu memerintahkan "serangan keras dan segera" terhadap Jalur Gaza, dan memutuskan perluasan wilayah yang dikontrol tentara Israel di Gaza.

Segera setelahnya, Brigade Ezzedine Al-Qassam – sayap bersenjata dari Gerakan Hamas mengumumkan penundaan penyerahan jenazah sandera lainnya yang dijadwalkan pada malam 28 Oktober, dengan alasan Israel “melanggar" kesepakatan gencatan senjata dengan AS sebagai mediator.