|
Jenazah sandera asal Israel dikembalikan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dan sandera serta kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Kfar Saba, Israel pada tanggal 16 Oktober 2025 (Foto:REUTERS/Stoyan Nenov)
|
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, juga menyatakan bahwa Hamas mungkin dapat mengembalikan lebih banyak jenazah sandera, tetapi sengaja tidak melakukannya. Pernyataan dari pihak Israel ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi ketegangan kembali di Gaza.
Menurut pihak Israel, hingga saat ini gerakan Hamas baru mengembalikan 9 jenazah 9 dari total 28 sandera yang meninggal di Jalur Gaza sesuai dengan komitmen yang disepakati. Pengembalian jenazah sandera yang tersisa belum dipastikan, dan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
