Langkah ini bertujuan membalas pelanggaran Gerakan Hamas terhadap kesepakatan pertukaran jenazah sandera kepada Israel.

Sebelumnya, media Israel memberitakan bahwa kalangan otoritas keamanan negara ini merekomendasikan kalangan politikus supaya belum membolehkan pembukaan koridor Rafah di Semenanjung Sinai, Mesir untuk masuk ke Gaza, bersamaan itu, hanya membolehkan sebagian barang bantuan kemanusiaan dimasukkan ke Gaza setiap hari, sebelum Hamas menyerahkan cukup jenazah 28 sandera kepada Israel.