PM Pham Minh CHinh dan Sekjen PBB pada konferensi pers dalam rangka upacara tersebut. Foto: VNA |
Upacara tersebut dihadiri para pemimpin senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perwakilan dari hampir 190 negara anggota, beserta berbagai organisasi internasional dan regional. Negara-negara tersebut telah menandatangani dokumen hukum internasional pertama yang secara komprehensif mengatur pencegahan dan pemberantasan kejahatan siber. Ghada Fathi Waly, Direktur Eksekutif Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), menyatakan:
Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Vietnam atas upayanya dalam menghadapi kejahatan siber global dan menyelenggarakan Upacara pembukaan penandatanganan Konvensi di Hanoi. Semua upaya dan sumber daya yang telah diinvetasikan Vietnam untuk menjamin kesuksesan upacara ini patut dikagumi. Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan sangat bangga dapat bekerja sama dengan Vietnam dalam upaya ambisius ini..
Ghada Fathi Waly, Direktur Eksekutif UNODC. Foto: VNA |
Terpilihnya Hanoi sebagai tempat penyelenggaraan event yang berkaliber global tersebut merupakan bukti nyata atas posisi, prestise dan peran Vietnam di kancah internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan:
Kami melihat bahwa Vietnam tidak hanya memiliki kapasitas dan kewenangan untuk berkontribusi terhadap keamanan siber global saja, tetapi juga merupakan sebuah negara yang dihormati dan kini memainkan peran yang kian besar dalam hubungan internasional. Oleh karena itu, saya sangat gembira ketika kita menandatangani Konvensi ini di Vietnam dan tidak dapat menemukan tempat yang lebih baik daripada Vietnam.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Foto: VNA |
Selama berlangsungnya Upacara penandatanganan konvensi, Hanoi menjadi “ibu kota kerja sama dan kepercayaan”, tempat di mana semangat dialog, rasa hormat dan pengembangan bersama ditunjukkan secara jelas. Ditandatanganinya konvensi di Hanoi membuka satu halaman baru dalam kerja sama internasional tentang keamanan siber, sekaligus menegaskan peran Vietnam sebagai destinasi yang aman, akrab dan tepercaya.



