Presiden Luong Cuong dan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa. Foto: VOV |
Ketika membahas berbagai orientasi kerja sama ke depan, kedua pemimpin sepakat memperkuat pertukaran delegasi di berbagai tingkat; mendorong kerja sama perdagangan dan investasi. Kedua pemimpin meminta agar kedua negara membuka pasar untuk barang-barang dan pelaku bisnis unggulan masing-masing pihak agar dapat menembus pasar satu sama lain dan pasar regional. Kedua belah pihak juga sepakat untuk terus mendorong kerja sama di berbagai bidang penting dan potensial seperti pertahanan, keamanan, energi, pertambangan, industri manufaktur, pertanian, pemeliharaan perdamaian, pendidikan, ekonomi hijau, dll.; dan berkoordinasi dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan silaturahmi rakyat, pertukaran kesenian, kebudayaan, olah raga, dan pariwisata.
Di konferensi pers usai pembicaraan, Presiden Luong Cuong menekankan:
“Kami menyambut baik pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak mengenai hasil kunjungan. Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong lembaga-lembaga terkait dari kedua negara untuk secara aktif berbahasan dan berunding guna menandatangani dokumen-dokumen penting, yang akan menciptakan kerangka hukum bagi kegiatan kerja sama bilateral. Saya meminta lembaga-lembaga terkait dari kedua belah pihak untuk berkoordinasi erat guna segera mewujudkan isu-isu yang telah disepakati oleh Presiden Afrika Selatan dan saya”.
Sementara itu, Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa menegaskan bahwa Vietnam merupakan mitra utama Afrika Selatan di Asia Tenggara, dan meyakini bahwa kunjungannya di Vietnam kali ini akan meletakkan fondasi bagi hubungan yang lebih terstruktur, menuju peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis pada tahun ini.

