Sejak gencatan senjata di Jalur Gaza yang berlaku pada 10 Oktober, di kawasan Rafah telah terjadi setidaknya dua serangan terhadap pasukan Israel yang menewaskan tiga serdadu negara ini. Israel menuduh Hamas melaksanakan serangan-serangan ini dan telah membalas, sehingga menewaskan puluhan warga Palestina di sana. Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyalahkan Israel karena bertempur dengan para militan yang dianggap membela diri. Mereka mengatakan tidak akan menyerah, sekaligus mengimbau para mediator untuk menemukan solusi guna memastikan gencatan senjata terus dipertahankan.
Militan Hamas yang Bersembunyi di Rafah Tidak akan Menyerah
(VOVWORLD) - Pada Minggu (9 November), Gerakan Islam Hamas menyatakan bahwa para militannya yang bersembunyi di Rafah, Jalur Gaza Selatan, tidak akan menyerah kepada Israel, sekaligus mengimbau para mediator untuk menemukan solusi bagi krisis yang sedang mengancam gencatan senjata selama sebulan.
●
●
