Warga Palestina berjalan melewati reruntuhan bangunan, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza, 16 Oktober 2025. Foto: REUTERS/Dawoud Abu Alkas

Mustafa mengatakan bahwa rencana lima tahun tersebut disusun dalam tiga tahap dan mencakup 18 bidang, mulai dari perumahan, pendidikan, hingga manajemen. Menurut rencana tersebut, Gaza akan dibangun kembali menjadi "bagian negara Palestina yang luas, terhubung, dan sejahtera". Rencana rekonstruksi ini bertujuan untuk membuka jalan bagi terbentuknya satu pemerintah Palestina yang bersatu, memperkokoh kesatuan politik dan teritorial antara Gaza dan Tepi Barat.

Ini merupakan langkah penting mengingat PA telah kehilangan peranannya dalam mengelola Gaza pada tahun 2007, setelah Gerakan Hamas menguasai wilayah tersebut. Mustafa menegaskan bahwa PA akan beroperasi penuh di Gaza dalam 12 bulan ke depan.