Pemimpin PBB tersebut menyatakan " keprihatinan yang mendalam" terhadap bahaya nuklir saat ini, sekaligus menekankan bahwa uji coba nuklir "tidak boleh diizinkan dalam keadaan apa pun."
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memerintahkan tentara untuk melanjutkan uji coba nuklir setelah 33 tahun dihentikan sementara, dengan alasan bahwa "negara-negara lain sedang melakukan uji coba" dan Washington harus melakukan hal yang sama. Menurut pemimpin AS tersebut, Gedung Putih akan mengumumkan lokasi-lokasi uji coba dan AS tetap berkomitmen pada tujuan denuklirisasinya.
