PM Thailand menyampaikan pidato di konferensi tersebut (Foto: Kantor PM Thailand) |
Dengan tema: “Kerja sama dalam bertindak: Menindak penipuan, Mencegah penipuan dan Melindungi masyarakat”, konferensi tahun ini berfokus pada tantangan keamanan utama di kawasan, khususnya kriminalitas lintas nasional seperti perdagangan narkotika, perdagangan manusia, kejahatan siber dan penipuan online. Sebelum acara resmi dimulai, para delegasi mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang Janda Permaisuri Ibu Sirikit .
Dalam upacara pembukaan, PM Thailand menekankan pentingnya memperkuat kerja sama regional di tengah meningkatnya kriminalitas lintas nasional yang semakin kompleks dan berdampak secara intensif dan ekstensif terhadap sosial-ekonomi. Dia mencatat peran aktif komunitas internasional, termasuk partisipasi Thailand dan 67 negara lain pada Upacara pembukaan penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pencegahan dan pemberantasan kejahatan siber di Kota Hanoi pada Oktober tahun 2025. Isu tersebut telah dimasukkan dalam agenda sidang umum Uni Parlemen Dunia sesuai rekomendasi Thailand.
Konferensi ASEANPOL 43 diharapkan akan menyampaikan sejumlah arahan kerja sama konkret, turut memperkokoh keamanan regional dan melindungi masyarakat atas semua ancaman keamanan nontradisional yang semakin meningkat.

