Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47 (Foto: VOV)
Berbicara pada upacara pembukaan, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Ketua ASEAN 2025, mengajak negara-negara anggota untuk membentuk kembali peran kepemimpinan blok tersebut dan mempertahankan keyakinan pada dialog dan kerja sama. Ia menekankan bahwa dunia saat ini sedang tidak stabil, tatanan lama tidak lagi pasti, tatanan baru belum terbentuk, namun di tengah tantangan ini, ASEAN tetap eksis. Perdana Menteri Malaysia menegaskan bahwa kekuatan ASEAN tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada keyakinan bahwa rasa hormat dan akal sehat masih mengikat negara-negara ASEAN.
Salah satu hal penting dari konferensi tersebut adalah penandatanganan Pernyataan Bersama antara Kamboja dan Thailand dalam kerangka konferensi di Kuala Lumpur. KTT ini juga menandai tonggak bersejarah ketika Timor-Leste resmi bergabung dengan ASEAN, melengkapi "keluarga ASEAN" dan membuka peluang pembangunan strategis bagi negara anggota baru tersebut. Terkait situasi di Myanmar, Perdana Menteri Anwar menegaskan kembali komitmen ASEAN untuk memajukan perdamaian melalui Konsensus Lima Poin.
Di bidang ekonomi, ASEAN akan meningkatkan Perjanjian Perdagangan Barang (ATIGA), menerapkan Fasilitas Pembiayaan Jaringan Listrik ASEAN, Kerangka Kerja Ekonomi Biru, ekosistem kendaraan listrik regional, dan mendorong Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN pada tahun 2026. Jaring Pengaman AI (AI SAFE) juga akan dibentuk untuk memastikan etika dan tata kelola yang efektif dalam penerapan kecerdasan buatan.
Malaysia juga akan memperluas kemitraan globalnya, menjadi tuan rumah KTT ASEAN-Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan ASEAN-GCC-Tiongkok, serta mempersiapkan KTT Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) ke-5.