Selain itu, PA "menegaskan kembali kesiapannya untuk memikul tanggung jawab penuh di Jalur Gaza, dalam kerangka kesatuan wilayah, rakyat, dan lembaganya, dengan menegaskan bahwa Jalur Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina".

Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan oleh AS, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Indonesia, Pakistan, Yordania, dan Turki, yang menyatakan dukungannya terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang disusun oleh Washington, tentang pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional di Jalur Gaza. Sorotan penting dari pernyataan bersama tersebut adalah komitmen untuk menciptakan peta jalan menuju pembentukan negara Palestina.

Pada hari yang sama, koran Times of Israel memberitakan bahwa Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, berencana bertemu dengan pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, dalam waktu dekat untuk membahas perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.