Putaran kedua merupakan kompetisi antara dua kandidat oposisi yaitu Rodrigo Paz, kandidat sentris dari Partai Demokrat Kristen; dan mantan Presiden Jorge “Tuto” Quiroga, yang mewakili aliansi Alianza Libre.

Pemilihan ini berlangsung dalam konteks Bolivia sedang mengalami krisis ekonomi terburuk selama 20 tahun ini, dengan inflasi 25% dan kekurangan valuta asing serta bahan bakar.