Menurut media negara Iran, Khamenei menyatakan apabila salah satu kesepakatan disertai dengan paksaan dan hasilnya ditentukan sebelumnya maka tidak dianggap sebagai kesepakatan. Dia juga menolak pernyataan Presiden AS bahwa semua serangan udara AS dan Israel telah menghancurkan situs nuklir Iran, menekankan bahwa mempertahankannya fasilitas nuklir merupakan urusan internal Iran.
Dia memberitahukan bahwa meskipun Resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan kesepakatan nuklir tahun 2015 (JCPOA) telah berakhir masa berlakunya sejak tgl 19 Oktober, Iran tetap mempertahankan pengayaan uranium dan semua kegiatan nuklir demi tujuan damai. Dia mencela Inggris, Prancis dan Jerman karena telah “mengaktifkan mekanisme pemulihan sanksi” sebelum batas waktunya, sekaligus menekankan AS adalah pihak yang menimbulkan kerugian serius ketika secara sepihak menarik diri ke luar JCPOA pada tahun 2018.
