PM Pham Minh Chinh beserta pemimpin negara-negara ASEAN menghadiri Sidang Pleno dan Sidang Tertutup KTT ASEAN ke-47 (Foto: VGP/Nhat Bac) |
Pada Konferensi tersebut, PM Pham Minh Chinh menekankan bahwa “insklusif dan berkelanjutan” merupakan pilihan dan tuntutan strategis ASEAN, sekaligus meminta ASEAN supaya mengembangkan tiga sumber kekuatan strategis. Pertama, ASEAN perlu memperkokoh kekuatan solidaritas dan kesatuan, dengan demikian meningkatkan kekuatan umum dan melaksanakan secara sinkron dan efektif semua strategi dan rencana aksi dari Asosiasi ini. Kedua, ASEAN perlu mengembangkan daya hidup yang dinamis, mandiri; memperkokoh koneksi internal blok. Ketiga, ASEAN perlu berupaya menciptakan daya lenting dari inovasi kreatif melalui usaha segera menyelesaikan semua kerangka kerja sama baru seperti Perjanjian kerangka Ekonomi Digital ASEAN dan Rencana Umum Digital ASEAN.
Para pemimpin ASEAN menekankan pentingnya dan tekad untuk melaksanakan secara efektif Visi Komunitas ASEAN 2045 dan rencana-rencana strategis yang telah disahkan (Foto: VGP/Nhat Bac) |
Dalam konteks dunia dan kawasan yang terus mengalami banyak gejolak yang rumit dan sulit diduga, PM Pham Minh Chinh meminta ASEAN supaya terus berupaya keras untuk turut menjaga lingkungan damai, aman, stabil dan berkembang; menganggap ini sebagai prioritas primer. Menurut itu, ASEAN perlu berupaya lebih lanjut untuk mempertahankan solidaritas, kesatuan dan menekuni pendirian prinsipil dan konsisten dalam isu Laut Timur; menjunjung tinggi pematuhan hukum internasional, di antaranya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS 1982).


