Pemerintahan baru yang beranggotakan 34 orang, digambarkan sebagai “perpaduan antara pengalaman politik dan masyarakat sipil”, bertujuan untuk menampilkan citra rekonsiliasi dan stabilitas di tengah perpecahan faksi yang mendalam. Kabinet Sébastien Lecornu terdiri atas teknokrat, legislator moderat, dan tokoh-tokoh baru dari masyarakat sipil, dengan komposisi.18 pria dan 16 wanita, sebagai wujud upaya untuk mempertahankan prinsip kesetaraan gender. Tugas pemerintah baru dalam waktu mendesak ialah mengajukan rancangan anggaran, mempertahankan stabilitas politik, dan memulihkan kepercayaan publik di tengah situasi politik Prancis yang terbelah.