Ketiga sekolah ini merupakan bagian dari 9 proyek yang ditugaskan oleh pemerintah provinsi untuk dilaksanakan pada 2025, sesuai dengan kebijakan Politbiro mengenai investasi pembangunan sekolah asrama multitingkat di 248 desa perbatasan di seluruh negeri. Nong Quang Thang, Sekretaris Partai dan Ketua Komite Rakyat Desa Nua Ngam, mengatakan:
“Sejak adanya kebijakan ini, desa kami telah mengundang Tim pengelola proyek untuk datang dan bekerja sama, menjelaskan tanggung jawab masing-masing pihak, memilih lokasi dan menugaskan badan terkait untuk melakukan survei mengenai skala proyek dan jumlah keluarga yang tanahnya akan terdampak. Setelah itu, dilakukan penggerakan dan sosialisasi mulai dari organisasi partai hingga pemerintah desa, terutama kepada keluarga yang tanahnya akan disita. Berkat upaya tersebut, tercapai kesepakatan yang tinggi sehingga proyek dapat dilaksanakan dan diserahkan secara tepat waktu, yaitu pada 31 Agustus 2026, guna mempersiapkan kondisi bagi pembukaan tahun ajaran baru.
Menurut rencana, semua bangunan akan selesai pada Agustus 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran 2026 – 2027.
