Wakil Menteri Kebijakan Pertahanan Kim Hong Cheol memberitahukan bahwa Seoul ingin kedua pihak melakukan pembahasan untuk mencegah semua perselisihan dan mengurangi ketegangan militer, bersamaan itu berharap agar Pyong Yang akan memberikan tanggapan positif. Republik Korea juga siap mendiskusikan waktu dan tempat penyelenggaraan.
Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) menekankan akan terus membantu semua upaya sesuai dengan Perjanjian penghentian perang dan pengurangan eskalasi ketegangan. Republik Korea dan RDRK tetap berada dalam status perang karena Perjanjian penghentian perang tahun 1953 menghentikan konflik tapi tidak menetapkan perjanjian perdamaian.
