Menurut kantor berita TASS, ketika berbicara di depan kalangan pers Rusia, Lavrov mengatakan bahwa perpanjangan New START “dapat diumumkan kapan saja sebelum 5 Februari 2026”. Ia menekankan bahwa ini merupakan tindakan itikad baik sepihak dari Rusia tanpa perlu melakukan konsultasi yang rumit dengan Amerika Serikat, sekaligus berpendapat bahwa Washington hanya perlu menyatakan akan mempertahankan batas kuantitatif perjanjian selama satu tahun untuk menunjukkan dukungannya.
Menurut Lavrov, kedua pihak memahami kemampuan strategis masing-masing, dan perlu menyediakan waktu untuk “mengevaluasi kembali seluruh situasi, terlepas dari isu Ukraina, serta bersama-sama bertanggung jawab atas keamanan global, khususnya dalam mencegah perang nuklir”.
