Ketika berbicara di depan kalangan pers, pada 9 November, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov mengatakan bahwa usulan Presiden Vladimir Putin untuk terus mematuhi Perjanjian START bersifat “jelas, sederhana, dan tanpa makna tersembunyi”. Pihak Rusia akan mempertahankan pembatasan-pembatasan secara sukarela, selama AS juga menunjukkan tindakan yang sepadan. Namun hingga saat ini, AS belum memberikan tanggapan resmi. Terkait masalah Ukraina, Lavrov mengecam beberapa negara Eropa yang berusaha meyakinkan AS untuk meninggalkan penyelesaian konflik melalui langkah-langkah politik dan diplomatik, dan sebaliknya memperketat sanksi terhadap Rusia. Dengan demikian, Rusia melanjutkan pendiriannya yaitu tidak akan berkompromi dalam hal-hal yang prinsip, terutama wilayah-wilayah yang telah mengadakan referendum. Mengenai hubungan Rusia - AS, Menlu Sergei Lavrov menilai bahwa hubungan bilateral masih menghadapi banyak masalah akibat kebijakan dari pemerintahan AS sebelumnya. Dengan pemerintahan baru pimpinan Presiden Donald Trump, Rusia melihat adanya itikad baik untuk memulihkan dialog bilateral, namun proses tersebut akan memerlukan banyak waktu dan tidak dapat berlangsung secepat yang diharapkan.