Lebih dari 40 tahun meneliti tentang Vietnam, tentang Presiden Ho Chi Minh dan sejarah kolonialisme di dunia, khususnya di Indochia, sejarawan orang Perancis, Alain Ruscio beranggapan bahwa kemenangan Revolusi Agustus pada musum semi tahun 1945 merupakan suatu keniscayaan sejarah. Menurut dia, fakta bahwa masyarakat Vietnam, di bawah kepemimpinan Front Viet Minh dan Pemimpin Ho Chi Minh, memanfaatkan peluang tersebut dan menjadi bangsa pertama di antara negara-negara di dunia yang dijajahi kolonialis Prancis yang berhasil melakukan perang perlawanan adalah satu prestasi yang luar biasa.
Pendudukan gedung Bac Bo Phu – Pemberontakan umum untuk merebut kekuasaan di Hanoi pada Agustus 1945. (Foto arsip: VNA) |
Ketika berbagi pandangan tentang legitimasi Revolusi Agustus, Profesor Furuta Moto, mantan Rektor Universitas Vietnam-Jepang, sekaligus sarjana Jepang terkemuka dengan penelitian-penelitian tentang Vietnam, khususnya dalam periode thaun 1945, menilai :
“Menurut saya, Revolusi Agustus memiliki tiga karakteristik. Pertama, momentum yang kondusif. Kedua, menyerap kekuatan massa rakyat dan ketiga, berlangsung dalam skala nasional. Tiga karakteristik ini telah menghadirkan legitimasi kuat bagi jalan selanjutnya yang ditempuh Negara Republik Demokratik Vietnam, buktinya ialah pemerintah berasal dari Revolusi Agustus telah eksis dan kuat hingga saat ini”.
Profesor Furuta Motoo, mantan Rektor Universitas Vietnam–Jepang. (Foto: VNU) |
Memilih penelitian tentang Revolusi Agustus dari sudut pandang yang berbeda, sejarawan orang Norwegia, Stein Tonnesson dan para rekannya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menngoleksi 122 edisi surat kabar “Vietnam Doc lap” yang diterbitkan oleh Front Viet Minh dari tahun 1941 sampai thaun 1945. Menurut dia, ini merupakan strategi komunikasi yang bijaksana dari Presiden Ho Chi Minh dan Front Viet Minh karena slogan-slogan propaganda dalam di surat kabar tersebut singkat tapi sangat menarik bagi suatu bangsa yang telah terlalu lama menunggu untuk membebaskan dirinya sendiri.


