Panorama pertemuan tersebut (Foto: Van Diep/VNA)

Pada pertemuan tersebut, Sekjen To Lam menyatakan bahwa dengan kesamaan pandangan dalam garis politik yang damai, independen, mandiri, berkerja sama dan bersama berkembang, Vietnam dan Yordania dapat menjadi mitra yang terpercaya satu sama lain, kedua negara dapat memanfaatkan semua keunggulan yang dimiliki masing-masing untuk memperkuat kerja sama dalam mendorong pembangunan bersama di kedua kawasan.

Sementara itu, Raja Yordania, Abdullah II Ibn Al-Hussein sepakat dengan penilaian Sekjen To Lam tentang pentinnya tahapan aat ini dalam mendorong proses perkembangan kedua negara dan kedua bangsa. Dia menegaskan bahwa Yordania ingin memperkuat kerja sama komprehensif dengan Vietnam, di antaranya kerja sama antarsektor swasta. Di samping itu, Raja Yordania menginginkan agar kedua pihak memperkokoh lebih lanjut kepercayaan politik, memperluas kerja sama pertahanan-keamanan, berbagi pengalaman dan saling belajar tentang sains-teknologi, memperkuat kegiatan silaturahmi rakyat.

Mengenai arahan besar untuk hubungan kerja sama bilateral antara Vietnam dan Yordania pada masa depan, Sekjen To Lam dan Raja Yordania, Abdullah II Ibn Al-Hussein menyepakati sejumlah langkah konkret yang perlu digelar seperti politik-diplomatik, pertahanan-keamanan, memperkuat dan menciptakan terobosan dalam kerja sama ekonomi-perdagangan-investasi, khususnya di beberapa bidang pertanian, kesehatan dan peralatan medis, farmasi, energi, pariwisata dan sebagainya. Kedua pihak mendorong kerja sama dan saling mendukung di forum-forum multilateral, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan semua organisasi regional di Timur Tengah.

PM Pham Minh Chinh (kanan) dan Raja Yordania (Foto: VOV)

Sehubungan dengan kesempatan tersebut, pada sore hari yang sama, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh melakukan pertemuan dengan Raja Yordania, Abdullah II Ibn Al-Hussein.

Pada pertemuan tersebut, PM Pham Minh Chinh dan Raja Abdullah II Ibn Al-Hussein sepakat memperkuat kerja sama di atas dasar mengembangkan potensi, keunggulan dan tuntutan pembangunan di masing-masing negara, di antaranya memfasilitas barang satu sama lain. PM Pham Minh Chinh dan Raja Abdullah II Ibn Al-Hussein juga mendiskusikan beberapa langkah untuk memperkuat kerja sama di beberapa bidang seperti pendidikan-pelatihan, silaturahmi rakyat, pariwisata, kesehatan dan penyempurnaan kerangka hukum…..