Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) To Lam (Foto:Quochoi.vn) |
Hal ini ditekankan oleh Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) To Lam dalam pidatonya di persidangan ke-10 Majelis Nasional (MN) angkatan ke-15 mengenai Rancangan Dokumen yang akan diserahkan kepada Kongres Nasional ke-14 PKV yang berlangsung pada 4 November di Kota Hanoi.
Membuka pidatonya, Sekjen To Lam menekankan bahwa suara para anggota MN bukan hanya mencerminkan pendapat pribadi tetapi juga suara pemilih yang diwakili oleh para anggota tersebut, suara kehidupan nyata, sosial-ekonomi, pertahanan dan keamanan nasional, serta suara para anggota parlemen. Menegaskan pedoman "mengutamakan rakyat", di mana rakyat bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga peserta, pengawas, pengkritik, dan pendamping, Sekjen To Lam meminta para anggota MN untuk menyampaikan pendapat terkait Rancangan Dokumen Kongres Nasional ke-14 PKV. Mengenai 18 poin baru dalam dokumen tersebut, Sekjen To Lam meminta para anggota MN untuk berbicara terus terang, jelas, dan menjawab dua pertanyaan penting, yaitu: Apakah 18 poin baru tersebut sudah cukup dan adakah isu yang belum tercantum dengan baik dalam dokumen? Sekjen To Lam menyatakan bahwa klarifikasi isu-isu tersebut akan membantu Rancangan Dokumen Kongres Nasional ke-14 PKV segera dilembagakan, diimplementasikan, dan mengabdi kepentingan negara dan rakyat. Sekjen KS PKV To Lam menegaskan:
“Apa yang diinginkan Partai, MN, Pemerintah, dan rakyat memiliki kesamaan yang sangat spesifik, sangat erat, dan sangat sederhana yaitu: negara berkembang secara berkelanjutan; masyarakat tertib, disiplin, hangat, manusiawi; rakyat terlindungi dan diberi kesempatan untuk bangkit melalui kerja kerasnya sendiri.”/.

