Militer Thailand menarik tank dari daerah perbatasan dengan Kamboja, di bawah pengawasan Kelompok Pengamat ASEAN (AOT) (Sumber: Militer Thailand)

Juga pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Thailand, Natthaphon Narkphanit menegaskan bahwa tentara Thailand dan Kamboja sedang berkoordinasi untuk melaksanakan rencana penarikan senjata berat. Rencana ini terdiri dari tiga tahap yang akan dijalankan selama enam minggu, di antaranya kedua pihak akan menarik senjata secara bersamaan dalam beberapa gelombang. Bersamaan dengan itu, tentara kedua negara juga bekerja sama dalam kegiatan pembersihan bom dan ranjau, yang direncanakan akan selesai pada akhir Desember 2025.

Dalam satu perkembangan terkait, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, pada Selasa (28 Oktober), menyatakan bahwa Thailand akan memulangkan pasukan Kamboja yang ditahan sementara segera setelah tentara Thailand mengonfirmasikan bahwa semua prosedur siap dijalankan.

Sebelumnya, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47, pada 26 Oktober, di Malaysia, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet menandatangani Pernyataan Bersama mengenai peta jalan perdamaian.