Dalam pidatonya pada upacara pembukaan konferensi yang diselenggarakan pada Senin (1 September), Sekretaris Jenderal, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengimbau negara-negara anggota untuk mendorong tatanan internasional yang lebih adil dan rasional, berdasarkan pada prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati. Dia menekankan bahwa SCO harus menjadi “mercusuar kerja sama” di tengah ketidakstabilan global, menolak pola pikir Perang Dingin, konfrontasi antar-faksi, dan tindakan intimidasi.

Untuk mengkonkretkan komitmen tersebut, Tiongkok mengumumkan paket dukungan besar bagi blok tersebut, meliputi bantuan hibah sebesar 2 miliar Yuan (sekitar 280 juta USD). Selain itu, Tiongkok mengusulkan pembentukan bank pembangunan SCO, pusat penanggulangan ancaman keamanan, dan pusat pemberantasan narkoba. Selain itu, Presiden Xi Jinping juga menyerukan peningkatan kerja sama di bidang energi, infrastruktur, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kecerdasan buatan (AI).

Kalangan pengamat menilai bahwa kehadiran banyak kepala negara di KTT SCO 2025 menunjukkan bahwa organisasi ini semakin menjadi forum penting yang mencerminkan tren miltupolar dalam hubungan internasional.