Panorama konferensi pers tersebut (Foto: VOV)

Pada konferensi pers tersebut, Wakil Ketua Kantor Presiden, Can Dinh Tai memberitahukan bahwa amnesti memanifestasikan tradisi kemanusiaan bangsa, kebijakan teloransi dari Partai dan Negara. Dalam gelombang pertama tahun 2025, Presiden telah memutuskan memberikan amnesti kepada 8.055 orang. Dalam gelombang kedua ini, Presiden memberikan amnesti kepada 13.920 orang.

Letnan Jenderal Nguyen Van Tuyen, Deputi Menteri Keamanan Publik memberitahukan bahwa di antara total narapidana yang mendapatkan amnesti kali ini, ada 66 narapidana asing dengan 18 kenegara-wargaan yang berbeda.