Markas Besar Komisi Eropa di Brussels, Belgia (Foto: Xinhua/VNA)

Gagasan di atas akan dimasukkan ke dalam peta jalan kebijakan pertahanan Uni Eropa, menuju penggelaran awal sistem pertahanan UAV yang dimulai pada akhir tahun 2026 dan menyelesaikan seluruh sistem ini pada akhir tahun 2027. Sistem ini mencakup peralatan untuk menemukan, memperingatkan dan mencegah masuknya UAV, serta menjamin keamanan wilayah udara dan membantu negara-negara anggota dalam koordinasi pertahanan.

Pada bulan lalu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen telah menekankan bahwa Eropa perlu membangun satu “tembok anti-UAV” untuk melindungi kawasan bagian Timur Uni Eropa, setelah kasus sekitar 20 UAV masuk ke wilayah udara Polandia.