Parade militer dan pawai massa diselenggarakan di Lapangan Ba Dinh (Foto: Quang Trung/VOV) |
Hadir dalam acara tersebut ada Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV), To Lam, Presiden Negara Luong Cuong, Perdana Menteri Pham Minh Chinh, Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man; para aktivis revolusioner senior, para Ibu Vietnam Heroik, Pahlawan Angkatan Bersenjata Rakyat, Pahlawan Kerja, para jenderal tentara, veteran perang, perwakilan organisasi politik, organisasi massa, serta banyak warga Vietnam.
Pada pihak tamu internasional, ada Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Laos, Thongloun Sisoulith; Ketua Majelis Tinggi Kamboja, Ketua Partai Rakyat Kamboja (CPP) Samdech Techo Hun Sen; Sekretaris Pertama, Presiden Republik Kuba, Miguel Diaz-Canel Bermudez dan Istri; Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, Zhao Leji; Ketua Majelis Rendah Belarus, Igor Sergeenko; Wakil Ketua Pertama Dewan Federasi Rusia, Vladimir Vladimirovich Yakushev … beserta para perwakilan pimpinan partai politik, perwakilan kedutaan besar, dan organisasi internasional di Vietnam.
Gladi Bersih tingkat Negara parade militer dan pawai massa peringatan HUT ke-80 Revolusi Agustus dan Hari Nasional Vietnam (Foto: VTC News) |
Pembukaan upacara peringatan dimulai dengan Upacara kirab obor tradisional. Obor tersebut dibawa oleh rombongan 80 atlet yang melambangkan 80 tahun kemerdekaan. Api obor kemudian diserahkan kepada Letnan Jenderal Nguyen Duc Soat, mantan Wakil Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam, salah satu pahlawan pilot dari Tentara Rakyat Vietnam, untuk menyalakan api di tugu obor. Setelah itu, upacara pengibaran bendera nasional diselenggarakan.
Pada saat yang sama, di Stadion My Dinh, 21 tembakan meriam kehormatan dilepaskan dengan iringan Lagu kebangsaan Vietnam.
Selanjutnya, Sekjen KS PKV, To Lam menyampaikan pidato untuk memperingati HUT ke-80 Revolusi Agustus dan Hari Nasional Republik Sosialis Vietnam.
Membuka pidatonya, Sekjen mengulangi lagi momen bersejarah bangsa 80 tahun lalu di Lapangan Ba Dinh, ketika Presiden Ho CHi Minh membacakan Proklamasi Kemerdekaan, mendirikan negara Republik Demokratik Vietnam, yang kini adalah Republik Sosialis Vietnam, membuka zaman baru kemerdekaan dan kebebasan bagi bangsa Vietnam. Sekjen To Lam menegaskan bahwa keberhasilan Revolusi Agustus dan kelahiran negara Vietnam yang merdeka dan bebas merupakan perwujudan dari tekad, martabat dan aspirasi kebebasan abadi dari bangsa Vietnam.
“Tanah air Vietnam adalah kristalisasi dari tradisi peradaban yang telah berusia ribuan tahun membangun dan menjaga tanah air, dari watak yang gigih, kecerdasan, kasih sayang, dan aspirasi untuk maju. Semangat itu telah membentuk kekuatan besar Revolusi Agustus, dua perjuangan panjang melawan kolonialis dan imperialis, perjuangan membangun dan menjaga tanah air dalam perdamaian, usaha pembaruan, integrasi internasional, dan pembangunan tanah air. Itulah kekuatan yang berasal dari rakyat, milik rakyat, demi rakyat, kekuatan persatuan besar dari seluruh bangsa”.
Para pemimpin dan tamu undangan pada upacara (Foto: Doan Tan/VNA) |
Ketika menekankan bahwa peringatan HUT ke-80 Hari Nasional merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa untuk mengenang jasa dan kontribusi besar Presiden Ho Chi Minh, para aktivis revolusioner pendahulu, serta seluruh rakyat, Sekjen To Lam menegaskan bahwa perjalanan gemilang selama 80 tahun ini telah membuktikan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi bangsa Vietnam untuk maju menuju ke kemakmuran dan kelangsungan abadi.
“Melalui perjalanan 80 tahun penuh tantangan namun penuh kejayaan, kita telah menegaskan kebenaran di bawah panji kemenangan Partai, dengan cahaya Presiden Ho Chi Minh yang menerangi jalan, mengandalkan kekuatan rakyat dan persatuan besar seluruh bangsa, tidak ada kesulitan atau tantangan yang tidak bisa diatasi oleh rakyat Vietnam, tidak ada target mulia yang tidak bisa dicapai oleh bangsa Vietnam. Tidak ada hambatan, tidak ada alasan yang bisa menghalangi langkah kita menuju ke perdamaian, kemakmuran, kelangsungan abadi dan pembangunan bangsa Vietnam”.
Sekjen To Lam menegaskan bahwa menuju ke masa depan, Partai Komunis Vietnam menetapkan target sampai tahun 2045, bertepatan dengan peringatan HUT ke-100 berdirinya negara, Vietnam akan menjadi negara yang kuat, makmur, dan bahagia. Itulah aspirasi dari seluruh bangsa, sumpah kehormatan di depan Sejarah dan Rakyat. Sekjen To Lam menyerukan kepada seluruh Partai, seluruh rakyat, seluruh tentara, serta warga negara Vietnam di dalam dan luar negeri untuk bersatu, bersinergi, bersatu hati, mengubah aspirasi menjadi kenyataan.
“Kita dengan tegas dan konsisten membela kemerdekaan, kebebasan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah, setiap jengkal tanah suci Tanah Air, dengan kekuatan terpadu dari seluruh bangsa: kekuatan politik, ekonomi, budaya, sains- teknologi, militer, diplomasi, dan kekuatan hati rakyat. Kita ingin menjadi sahabat dan mitra yang tepercaya bagi semua negara di dunia. Kita menghormati hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyelesaikan perbedaan dan sengketa dengan langkah-langkah damai. Kita sama sekali tidak akan berkompromi dengan semua intrik dan tindakan yang melanggar kemerdekaan, kedaulatan, penyatuan, dan keutuhan wilayah; dengan tegas membela secara mantap kepentingan nasional dan bangsa”.
Setelah pidato Sekjen To Lam, acara dilanjutkan dengan program parade militer dan pawai massa dengan partisipasi sekitar 16.000 orang.
Acara dimulai dengan kelompok-kelompok pesawat Angkatan Udara Rakyat Vietnam yang terbang untuk memberikan salam penghormatan. Pada saat yang sama, panitia mengajak para pemimpin Partai, Negara, dan seluruh rakyat untuk menatap layar dan menyaksikan pasukan bersenjata melakukan parade di laut dari pangkalan militer Cam Ranh (Provinsi Khanh Hoa).
Sekjen To Lam membacakan pidato (Foto: VGP/Nhat Bac) |
Selanjutnya adalah 79 kelompok parade militer dan pawai dari tentara, keamanan publik, dan massa rakyat, di antaranya ada 4 kelompok dari militer negara asing, yaitu: Tiongkok, Rusia, Laos, dan Kamboja.
Helikopter terbang lewat lapangan Ba Dinh (Foto: VTC News) |
Setelah melewati panggung kehormatan di Lapangan Ba Dinh, kelompok-kelompok parade militer dan pawai terus bergerak menuju ke jalan-jalan utama di pusat ibu kota Hanoi.
Parade diakhiri dengan pertunjukan seni dari ribuan seniman, aktor, dan warga dari seluruh penjuru Tanah Air.





