Sekjen To Lam menyampaikan pidato di Universitas Oxford (Foto: VGP) |
Di temu kerja tersebut, Sekjen To Lam menegaskan bahwa Vietnam menganggap Inggris sebagai mitra strategis jangka panjang dengan tujuan bersama yaitu menetapkan berbagai standar kerja sama pada abad XXI.
Pada sore hari yang sama, Sekjen To Lam melakukan pertemuan dengan komunitas diaspora Vietnam yang sedang hidup, bekerja dan belajar di Kerajaan Inggris dan Irlandia Utara.
Sebelumnya, Sekjen To Lam menghadiri dan menyampaikan pidato pada simposium dengan para pakar teknologi Inggris dan dunia tentang Kecerdasan Buatan (AI) dan Chip semikonduktor. Dalam kesempatan itu, Sekjen To Lam menekankan bahwa Vietnam selalu menyambut dan siap menerima dan melaksanakan uji coba berbagai inisiatif pelopor dan terobosan dari para pakar dan ilmuwan untuk mewujudkan sejumlah pola dan nilai baru di era AI. Sekjen To Lam menginginkan agar pada waktu mendatang para pakar terus mendampingi dan membantu Vietnam pengembangan AI dan sains-teknologi. Beliau meminta:
“Berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penentuan strategi nasional tentang AI, mengembangkan infrastruktur digital dan ekosistem inovasi kreatif. Mendorong investasi, mentransfer teknologi, menerapkan AI di sektor utama seperti ekonomi, pertanian pintar, pendidikan digital. Bersama dengan Vietnam menyukseskan semua program prioritas sains-teknologi, terutama bidang-bidang baru dan pelopor untuk membantu Vietnam membangun satu perekonomian yang kreatif dan mandiri”.

