Panorama sidang tersebut. Foto: quochoi.vn

Menilai bahwa Vietnam telah meraih berbagai prestasi ekonomi yang penting di tengah banyak tantangan, Tran Hoang Ngan, anggota MN delegasi Kota Ho Chi Minh, menekankan bahwa Vietnam telah menyelesaikan 22 target sosial-ekonomi dalam periode 2021-2025. Ia menilai bahwa target pertumbuhan dua digit pada tahun 2026 dapat dicapai dan diperlukan dalam konteks negara yang memasuki era pembangunan baru, Tran Hoang Ngan meminta:

“Vietnam perlu memprioritaskan pembangunan berdasarkan potensi, keuntungan, dan posisi geopolitik negara, fokus pada pengembangan ekonomi kelautan, logistik, pertanian, layanan kesehatan, dan pendidikan berkualitas tinggi. Selain itu, di samping mempromosikan perdagangan, memanfaatkan pasar tradisional, dan memanfaatkan secara efektif 17 Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang telah ditandatangani, Vietnam juga perlu meningkatkan konten hijau, digital, sains dan teknologi, serta nilai tambah dalam produk ekspor Vietnam”.

Juga mengapresiasi pencapaian pengembangan sosial-ekonomi tanah air, Nguyen Van Minh, anggota MN delegasi Da Nang meminta Pemerintah supaya segera memberlakukan kebijakan konkret untuk mewujudkan Resolusi Nomor 68 Polit Biro tentang pengembangan ekonomi swasta:

“Saya meminta Pemerintah untuk memperhatikan dan membimbing penelitian Undang-Undang mengenai Pengembangan Industri Penunjang guna membentuk kerangka hukum yang terpadu dan stabil, menjamin kemandirian produksi, integrasi yang berkelanjutan dan perkembangan pelaku usaha Vietnam dalam rantai nilai global”.

Senada dengan itu, Tran Van Tuan, anggota MN delegasi Kota Hanoi menganggap bahwa di samping terus mengembangkan sumber pendorong dari investasi publik, menyerap modal investasi asing langsung (FDI) dan memperkuat ekspor, Vietnam perlu secara cepat menyempurnakan kerangka hukum terkait dengan ekonomi swasta. Dalam waktu dekat, pentingnya merevisi Undang-Undang mengenai Dukungan bagi Pelaku Usaha Kecil dan Menengah tahun 2017 agar dapat lebih tanggap terhadap kenyataan saat ini.