Sekjen To Lam dan Menteri Perang AS, Pete Hegseth (Foto: VNA)

Sekjen To Lam mengapresiasi upaya Presiden Donald Trump dalam mendorong penyelesaian damai terhadap berbagai konflik di dunia; sekaligus menegaskan bahwa Vietnam siap memberikan kontribusi aktif dan bertanggung jawab, menjadi jembatan penghubung perdamaian untuk mencari solusi bagi masalah-masalah regional dan internasional. Sekjen juga menghargai hasil pembicaraan antara Menteri Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan Vietnam, Phan Van Giang serta menegaskan bahwa kerja sama pertahanan antara kedua negara telah dan sedang menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral.

Sementara itu, Menteri Pete Hegseth menekankan bahwa AS menghargai hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif dengan Vietnam; mendukung Vietnam yang kuat, merdeka, dan makmur. AS ingin memperkuat kerja sama pada tingkat strategis baik bilateral maupun regional, terutama di bidang pencegahan dan penanggulangan kejahatan lintas negara, keamanan maritim, bantuan kemanusiaan, pelatihan perwira, pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan penanggulangan bencana alam. Ia juga menyatakan bahwa AS akan terus mendukung Vietnam dalam meningkatkan kapasitas, memodernisasi industri pertahanan dan memperluas program-program kerja sama pelatihan sumber daya manusia berkualitas tinggi.
Sekjen To Lam menerima Menteri Perang AS, Pete Hegseth (Foto: VNA)

Pada hari yang sama, ketika menerima Menteri Perang AS, Pete Hegseth, dalam rangka kunjungan resmi ke Vietnam, Presiden Vietnam, Luong Cuong menyatakan keyakinannya bahwa kunjungan ini akan memberikan kontribusi penting dalam mendorong hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam – AS berkembang lebih substansial, efektif, dan berkelanjutan. Presiden Luong Cuong juga meminta pihak AS supaya segera berkoordinasi untuk mengatur kunjungan Presiden Donald Trump ke Vietnam, Beliau menganggap hal ini sebagai tonggak sejarah baru dalam hubungan bilateral, yang akan mendorong penguatan berbagai aspek kerja sama strategis antara kedua negara.

Dalam pembahasan mengenai isu-isu regional, kedua pihak menyatakan dukungan terhadap pendirian bersama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengenai Laut Timur, khususnya prinsip yang menjamin kebebasan dan keselamatan maritim dan penerbangan, serta penyelesaian sengketa melalui langkah-langkah damai berdasarkan hukum internasional.