Ketika berbicara di depan kalangan pers, di Kota Jenewa, Swiss, Direktur Jenderal WTO, Ibu Ngozi Okonjo-Iweala, menyatakan kecemasan atas kemerosotan dalam pertumbuhan perdagangan barang global. Presiden AS, Donald Trump telah mengenakan tarif sebesar 10% terhadap barang impor dari seluruh dunia dan taraf tarif sebesar 25% terhadap baja, alumnium dan mobil. Sementara AS untuk sementara menghentikan pengenaan taraf tarif yang lebih tinggi terhadap puluhan negara, perang dagang antara AS dan Tiongkok semakin menegangkan ketika taraf tarif yang dikenakan AS terhadap Tiongkok telah mencapai 245% dan tarif balasan dari Tiongkok terhadap AS mencapai 125%.

Menurut WTO, jika AS mengenakan kembali secara penuh tarif yang telah direncanakan, pertumbuhan perdagangan barang akan menurun sebesar 0,6 poin persentase, dengan penurunan tambahan sebesar 0,8 poin persentase. WTO memprakirakan cabang perdagangan jasa akan mengalami pertumbuhan sebesar 4% pada tahun 2025 dan 4,1% pada tahun 2026, jauh lebih rendah dari pada taraf prakiraan sebelumnya yaitu 5,1% dan 4,8%.