(VOVworld) – Proyek-proyek penelitian tentang sejarah membela kedaulatan, aktivitas arkeologi, khususnya arkeologi di bawah air selama ini telah membuktikan bahwa sejak ribuan tahun lalu, orang Vietnam telah hadir di dua kepulauan Hoang Sa (Paracels) dan Truong Sa (Spratlys) dan aktivitas ini berlangsung terus-menerus hingga dewasa ini. Dengan demikian, kebudayaan dan asal-usul bangsa memberikan sumbangan penting untuk menegaskan dan menambah kekuatan kepada usaha perjuangan membela kedaulatan dan keutuhan wilayah nasional.

Profesor Muda, Doktor Tong Trung Tin, Ketua Asosiasi Arkeologi Vietnam memberitahukan bahwa setelah dua kali melakukan eksplorasi dan survei arkeologi di beberapa pulau di kepulauan Truong Sa, para arkeologis telah menemukan banyak kepingan keramik dari dinasti feodal Dinh dan Le pertama (abad ke-10), dinasti feodal Ly dan Tran (abad ke-11 sampai abad ke-14) dan dinasti feodal Le ke dua (abad ke-15 sampai abad ke-16) sampai dinasti feodal Nguyen. Dia menyatakan bahwa semua kepingan keramik ini walaupun milik para pedagang nelayan atau sebagian orang yang telah bermukim di pulau, maka semuanya merupakan bukti tentang hadirnya orang Vietnam. “Semua benda itu membuktikan bahwa aktivitas yang dilakukan orang Vietnam di kawasan kepulauan Truong Sa sudah ada sangat lama dan terus-menerus sejak itu hingga sekarang. Hal itu memberikan bukti tentang laut dan proses pelaksanaan tugas hubungan perdagangan, ekonomi dan budaya yang dilakukan oleh orang Vietnam di laut sudah ada sangat lama. Itulah pemahaman yang diberikan oleh arkelologi. Pada saat negara-negara lain tidak punya bukti manapun di kepulauan ini, maka kita berhasil menemukan bekas-bekas dari orang Vietnam”.
Tidak hanya bekas dan benda arkeologi, hadirnya pagoda—pagoda yang membawa seni arsitektur pagoda di daerah dataran rendah Bac Bo (Vietnam Utara) di beberapa pulau seperti Son Ca, Sinh Ton, Nam Yet dan kota madya Truong Sa memperlihatkan bahwa dimana ada orang Vietnam hidup, maka di situ ada kebudayaan, spiritualitas dan agama. Buku-buku sejarah Vietnam kuno mencatat secara jelas bahwa Raja Minh Mang telah berulang kali mengirim orang untuk membawa bahan-bahan ke kepulauan Hoang Sa untuk membangun pagoda, tempat ibadah untuk memohon ketenteraman bagi para nelayan. Pagoda-pagoda di kepulauan Truong Sa merupakan kelanjutan tradisi budaya dan spiritualitas para pendahulu Vietnam sejak berabad-abad lalu.
Ketika berkesempatan mengunjungi para kader dan rakyat kabupaten pulau Truong Sa sekarang, semua orang merasa terharu dan bangga ketika berdiri di bawah tugu monumen Tran Hung Dao yang megah untuk mengenangkan kemenangan cemerlang yang dicapai oleh tentara dan rakyat Dai Viet (Vietnam sekarang) di sungai Bach Dang yang menenggelamkan kaum agresor Yuan pada abad ke-13. Dengan arti itu, semua simbol budaya merupakan kekuatan untuk menyemangat bangsa dalam perjuangan membela Tanah Air. Profesor Nguyen Quang Ngoc menegaskan: “Yang paling penting untuk berjuang menjaga keutuhan wilayah nasional ialah harus berhasil menjaga identitas kebudayaan. Menurut hemat saya, hal itu baru merupakan prasasti kedaulatan yang paling penting, prasasti dalam hati setiap orang. Kebudayaan bangsa merupakan satu jenis senjata yang kuat, bahkan teramat kuat untuk menegaskan dan menambah kekuatan kepada perjuangan membela kedalautan dan wilayah nasional”.
Setelah zona peringatan para martir Gac Ma di provinsi Khanh Hoa, pada Januari 2016 ini juga, Konfederasi Serikat Pekerja Vietnam mulai membangun zona peringatan para martir Hoang Sa di kabupaten pulau Ly Son, provinsi Quang Ngai, tempat dimana pada berabad-abad lalu, para prajurit asal provinsi Quang Ngai telah naik perahu untuk membuka tanah, menegakkan dan melaksanakan kedaulatan di kepulauan Hoang Sa dan kepulauan Truong Sa atas perintah dinasti feodal Nguyen. Semua proyek budaya-spiritualitas ini telah, sedang dan akan tetap merupakan simbol tradisi patriotisme, tekat kemerdekaan dan kemandirian, satu jenis senjata yang kuat bagi orang Vietnam untuk berdiri teguh dalam menghadapi seribu satu prahara dan menjaga keutuhan kedaulatan wilayah nasional.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
