(VOVworld) – Museum Budaya Etnis Minoritas Khmer di provinsi Tra Vinh (Vietnam Selatan) adalah tempat memuliakan budaya dari 1,5 juta jiwa lebih penduduk etnis Khmer di daerah Nam Bo. Diantara 600 benda yang dipamerkan di museum ini, ada lebih dari 100 benda budaya yang berkaitan dengan kehidupan orang etnis Khmer seperti rumah panggung, berbagai perkakas pertanian, benda-benda untuk kebutuhan aktivitas keluarga, berbagai instrumen musik dan pakaian etnis Khmer yang dikoleksi dan direvitalisasi oleh artisan Lam Phen.
Untuk bisa membuat instrumen musik harus memiliki taraf musik tertentu, sedangkan untuk membuat alat-alat seperti topi raja dan topeng dalam seni tradisional harus mengerti arti kisah-kisah, peran-peran dalam cerita kuno etnis Khmer. Artisan Lam Phen memberitahukan bahwa karena punya keasyikan, maka dia telah belajar sendiri dan mencari tahu tentang semua ragam seni panggung untuk membuat topeng. Sedangkan, bagi instrumen musik, dia juga belajar cara memainkan semua instrumen musik petik dalam ansambel musik etnis Khmer. Dia juga mendapat bantuan dari para komponis dan pemain instrumen musik dari Ansambel Musik Khmer Anh Binh Minh tentang cara memainkan berbagai instrumen musik.

Sekarang ini, artisan Lam Phen sedang membimbing seorang adik dan dua anaknya untuk mengikuti kejuruan ini dengan pendapatan yang stabil. Khususnya, selama tahun-tahun belakangan ini, dengan mendapat perhatian dari Partai Komunis dan Negara terhadap kehidupan kultural dan konservasi seni tradisional etnis Khmer, maka gerakan kesenian berkembang kuat di semua pagoda, oleh karena itu, pesanan tentang benda budaya yang diajukan oleh pagoda-pagoda juga meningkat. Artisan Lam Phen mengatakan: “Kejuruan ini telah menjadi kejuruan utama saya,jadi bukan kejuruan sampingan, adalah keasyikan sambil mendapat kehidupan yang stabil. Dengan investasi dari Negara untuk mengembangkan budaya semua etnis, semua unit ikut serta dalam kompetisi, terutama di bidang tarian, nyanyian rakyat dan tarian klasik, maka kebutuhan tentang benda-benda semakin banyak, semua pesanan yang diajukan, saya juga laksanakan semuanya”.
Di dukuh Ba Se A, warga di sini menganggap artisan Lam Phen sebagai pakar budaya. Semua pekerjaan dari menghias satu talam sajian atau ketika ada peristiwa yang besar atau kecil, semua pesanan akan diajukan kepada dia dan mereka percaya bahwa dia akan melaksanakannya secara sangat baik. Saudara Le Dac Thang, petugas badan urusan rakyat dukuh Ba Se A memberitahukan: “Artisan Lam Phen sangat hangat, dia menghiasi semua pesta etnisnya, karena di daerah ini kira-kira 90% jumlah penduduk adalah etnis minoritas. Kalau ada pekerjaan yang diperlukan oleh daerah, dia akan memberikan bantuan dengan penuh kehangatan”.
Sekarang ini, berbagai jenis instrumen musik tradisional yang dia buat telah menjadi terkenal di seluruh daerah dataran rendah sungai Mekong. Melanjutkan keasyikannya, dia membuka kursus-kursus untuk mengajarkan cara membuat berbagai jenis instrumen musik kepada anak-anak di pagoda Lo Gach. Dia berpikir bahwa dulu kakek-nenek, ayah-ibu dan banyak orang lain tahu memainkan instrumen musik, tapi sekarang ini tidak ada banyak orang seperti itu lagi. Dia mau mengajar anak-anak agar mereka tahu menyimpan identitas-identitas kebudayaan tradisional etnis Khmernya./.
