Pernyataan bersama dari 21 negara (termasuk Inggris, Prancis, Australia, Kanada, Italia, Belgia, Denmark, Jepang, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol dll) menekankan bahwa rencana ini tidak memberikan keuntungan untuk warga Israel, bahkan ada bahaya merusak keamanan, menimbulkan kekerasan dan destabilitas, menjauhi perdamaian. Pernyataan itu juga segera mengimbau pembatalan keputusan ini. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, Pemerintah Palestina dan banyak negara di kawasan mengutuk rencana Israel.

Sementara itu, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich menyebutkan keputusan pengesahkan zona pemukiman sebagai “langkah penting untuk menghapuskan ilusi tentang dua Negara dan memperkokoh pengontrolan orang Yahudi terhadap jantungnya Israel”.