Beberapa di antaranya adalah: nilai ekspor meningkat lebih dari 19% (diperkirakan mencapai 122,9 miliar USD); total penjualan ritel barang dan pendapatan layanan konsumsi naik sekitar 10,9%; pasokan barang esensial, khususnya BBM dan energi dasar tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Informasi ini disampaikan pada konferensi pers rutin triwulan pertama 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam pada Kamis sore (09 April).
Menurut kementerian tersebut, dalam konteks saat ini, sektor industri dan perdagangan tetap mempertahankan pertumbuhan yang cukup positif di berbagai bidang. Indeks produksi industri (IIP) meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di antaranya sektor pengolahan dan manufaktur terus memainkan peran kunci. Total nilai ekspor dan impor barang diperkirakan mencapai 249,5 miliar dolar AS, meningkat 23,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Terkait solusi untuk meningkatkan nilai tambah dalam produksi industri dan mendorong ekspor dan impor pada triwulan kedua tahun 2026, Bui Huy Son, Kepala Direktorat Perencanaan Keuangan dan Pengelolaan Perusahaan, Kementerian Industri dan Perdagangan, menyatakan:
Pertama, berfokus menjamin keamanan energi, menjamin pasokan bahan baku dan bahan bakar untuk melayani produksi dan kehidupan. Kedua, berkonsentrasi pada restrukturisasi rantai industri dan pasokan untuk meningkatkan kemandirian industri dalam negeri, terutama terus meningkatkan lokalisasi di sektor-sektor kunci. Ketiga, memperkuat aktivitas ekspor dan impor serta integrasi ekonomi internasional, mendiversifikasi pasar potensial di Timur Tengah dan Amerika Latin. Merestrukturisasi dan mengoptimalkan pasar ekspor, terkait dengan peningkatan efisiensi kegiatan ekspor dan impor.
