Sekjen To Lam. Foto: VNA

Artikel tersebut memberitahukan bahwa 50 tahun yang lalu, di bawah kepemimpinan Partai Revolusioner Rakyat Laos yang dipimpin oleh Presiden Kaysone Phomvihane, rakyat Laos melakukan pemberontakan, menggulingkan monarki, membebaskan tanah air sepenuhnya, dan melahirkan Republik Demokratik Rakyat Laos.

Artikel tersebut menekankan bahwa setelah hampir 40 tahun pelaksanaan kebijakan pembaruan, dari perekonomian pertanian yang terisolasi dan diembargo, Laos telah bangkit dengan kuat menjadi negara yang independen dan mandiri secara ekonomi; dari negara pengimpor dulu, kini telah menjadi negara pengekspor produk pertanian. Sosial-politik stabil, pertahanan dan keamanan terjaga, ekonomi tumbuh, dan kehidupan masyarakat terus-menerus membaik. Perjalanan 50 tahun sejak berdiriya Republik Demokratik Rakyat Laos telah membuktikan bahwa kapabilitas, kearifan, sosok dan kepemimpinan Partai Demokratik Rakyat Laos merupakan faktor penentu keberhasilan revolusi Laos baik pada masa perjuangan membebaskan bangsa maupun upaya membangun dan melindungi Tanah Air masa kini.