“Raih Dukungan 100 Persen, To Lam Jadi Presiden Vietnam 2026-2031” adalah judul artikel di "Beritasatu" tentang peristiwa politik penting di Vietnam. Menurut artikel tersebut, di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal To Lam, Vietnam telah menerapkan reformasi struktural yang kuat, mendorong transformasi ekonomi berbasis sains teknologi, inovasi kreatif, dan digitalisasi. Vietnam memiliki tujuan yang ambisius, bertujuan untuk menjadi negara berkembang dengan basis industri modern dan pendapatan menengah ke atas pada tahun 2030. Pada tahun 2045, Vietnam diharapkan menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi. Dalam hal hubungan luar negeri, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam juga secara aktif memperkuat hubungan internasional melalui kunjungan ke luar negeri, dan Vietnam telah memberikan kontribusi positif kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Situs berita Indowarta menyatakan bahwa terpilihnya To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, sebagai Presiden Vietnam secara aklamasi menandai momen penting dalam transisi kepemimpinan negara tersebut. Situs tersebut juga memprediksi bahwa kebijakan Vietnam di masa mendatang akan terus memprioritaskan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi sesuai rencana. Di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam, posisi Vietnam di panggung internasional dapat dikonsolidasikan, dan reformasi domestik yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dapat dipercepat.
Dalam wawancara dengan wartawan tetap Vietnam di Indonesia, pakar Vereramalla Anjaiah, jurnalis dan pakar riset di Pusat Studi Asia Tenggara (CSEAS), menyatakan bahwa jajaran pemimpin teras baru Vietnam akan terus berkembang secara stabil di masa mendatang. Vietnam akan terus membangun dan menerapkan kebijakan dengan lebih cepat dan efektif.
