Peringatan 80 tahun pengeboman atom di Hiroshima diadakan di Taman Peringatan Perdamaian, Jepang barat, pada tanggal 6 Agustus 2025. (Foto: Kyodo/REUTERS).

Pukul 8 pagi, hari Rabu (6 Agustus, waktu setempat), upacara peringatan perdamaian resmi berlangsung di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, dengan dihadiri oleh perwakilan para penyintas musibah dan keluarga korban, serta duta besar dari 120 negara dan teritori. Dalam sambutannya pada upacara peringatan, Walikota Hiroshima, Kazumi Matsui menyerukan generasi muda untuk bangkit melawan senjata nuklir, sekaligus mendesak negara-negara untuk mengesampingkan kepentingan pribadi untuk mengakhiri konflik.

Warga berdoa di depan monumen peringatan para korban pengeboman atom tahun 1945, di Taman Peringatan Perdamaian di Hiroshima, Jepang, pada tanggal 6 Agustus 2025. (Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS)

Banyak warga juga menyatakan protes terhadap penggunaan senjata nuklir. Seorang kakek berusia 94 tahun, yang secara ajaib selamat dari musibah tersebut, berbagi cerita:

“Pada hari ini 80 tahun yang lalu, pukul 8.15, kami mengalami musibah bom atom. Keluarga saya terdiri dari 7 orang, dan 6 di antaranya telah meninggal, hanya tinggal saya. Saya selalu berdoa semoga dunia tanpa senjata nuklir, agar musibah seperti ini tidak terjadi lagi, agar generasi saat ini tidak harus mengalami kesedihan seperti yang sudah kami alami”.