Tempat kejadian kebakaran. Foto: VNA |
Kalangan otoritas telah mulai menyelidiki penyebab kebakaran, termasuk kondisi bangunan yang sedang direnovasi dan ditutupi dengan perancah bambu dan jaring plastik. Badan Antikorupsi Hongkong mengatakan telah membuka penyelidikan atas renovasi tersebut, hanya beberapa jam setelah polisi menangkap tiga pria atas tuduhan kelalaian meninggalkan bahan busa di tempat kejadian kebakaran.
Pemerintah Hongkong memberitahukan akan membentuk dana sebesar 300 juta HKD (38,5 juta dolar Amerika Serikat) untuk membantu para korban kebakaran. Selain itu sembilan tempat penampungan dibuka untuk menyediakan akomodasi sementara serta bantuan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Ini merupakan kebakaran yang paling mematikan di Hongkong sejak tahun 1948, ketika sebuah ledakan dan kebakaran menewaskan 135 orang.

