Diskusi tersebut berlangsung tanpa partisipasi Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan situasi, di lapangan, negara-negara tersebut fokus pada beberapa langkah diplomatik dan rencana koordinasi internasional. Hal ini mencakup mobilisasi keseluruhan instrumen diplomatik dan ekonomi, menenangkan dunia usaha dan perusahaan asuransi serta pasar energi, sekaligus melaksanakan tindakan-tindakan untuk menjamin keselamatan bagi sekitar 20.000 awak di sekitar 2.000 kapal yang terjebak. Di samping itu memperkuat koordinasi global untuk mungkin membuka kembali Selat Hormuz secara aman dan berkelanjutan.
Dalam perkembangan terkait pada hari yang sama, Pasukan Houthi di Yaman memperingatkan akan memblokade Selat Bab al-Mandab di Laut Merah apabila serangan-serangan terhadap Iran dan Lebanon terus bereskalasi atau jika “negara-negara Teluk terlibat langsung dalam kegiatan militer” dengan bantuan Israel atau AS. Sebelumnya, Pasukan Houthi juga memperingatkan bahwa blokade Selat Bab al-Mandab dapat memicu lonjakan harga minyak ke 200 dolar AS per barel.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
